ASESMEN AUTENTIK PDF

Disini akan dijelaskan apa itu pengertian penilaian otentik pada anak usia dini dan lingkup penilaian PAUD. Penilaian merupakan proses pengukuran terhadap hasil dari kegiatan belajar anak. Penilaian kegiatan belajar di PAUD menggunakan pendekatan penilaian otentik. Penilaian otentik merupakan penilaian proses dan hasil belajar untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi sikap spiritual dan sosial , pengetahuan dan keterampilan berdasarkan fakta yang sesungguhnya. Penilaian dilakukan secara sistematis, terukur, berkelanjutan, menyeluruh yang mencakup pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu. Penilaian otentik adalah jenis penilaian berdasarkan kondisi nyata yang muncul dari perilaku anak selama proses berkegiatan maupun hasil dari kegiatan tersebut.

Author:Vukree Mazumi
Country:Libya
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):10 June 2004
Pages:192
PDF File Size:10.48 Mb
ePub File Size:8.82 Mb
ISBN:918-3-83443-183-1
Downloads:60019
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Akinokasa



Oleh karena itulah, dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa authentic assesment adalah suatu prosedur penilaian yang didesain untuk mengevaluasi apa yang diketahui dan dapat dilakukan oleh siswa, menantang para siswa untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu.

Karakteristik utamanya adalah merupakan bagian tak terpisahkan dari pembelajaran di kelas, cerminan dunia nyata, menggunakan banyak ukuran, metode dan kriteria, serta bersifat komprehensif dan holistik. Authentic assesment berfokus kepada tujuan, melibatkan pembelajaran secara langsung, mengharuskan membangun, keterkaitan dan kerja sama, dan menanamkan tingkat berfikir yang lebih tinggi.

Merupakan suatu penilaian yang berdasarkan kriteria situasi sebagai dasar penilaian yang mana kriteria situasi itu menggambarkan atau stimulasi dari situasi nyata yang menghadapkan siswa dalam masa latihan untuk mendapatkan keahlian atau kehidupan masa depan yang profesional Jensen, The Assesment Task Tugas yang autentik adalah suatu tugas masalah yang dapat menghadapkan siswa dengan aktivitas yang dilaksanakan dalam praktik profesional.

Tugas yang autentik menyerupai tugas dengan kriteria tertentu dan respek untuk mengintegrasikan pengetahuan, kemampuan, sikap yang dimiliki oleh siswa. Sesuatu yang dapat diterima siswa, representatif, relevan, dan bermakna Jonhson. Tugas-tugas yang diberikan dalam penilaian autentik memang berdasarkan kriteria tertntu, nanun tidak berarti tugas yang diberikan harus sangat komplek bagi siswa.

Mungkin, satu waktu tugas yang diberikan akan komplek dan membutuhkan hubungan dengan banyak multi displin ilmu untuk menyelesaikan masalah, namun masalah kehidupan nyata bisa saja sangat sederhana dan hanya membutuhkan satu disiplin ilmu saja untuk menyelesaikannya Jonhson.

Tugas yang autentik seharusnya menampilkan dimensi objek yang wajar dan baik. Hal yang sangat penting dipertimbangkan dalam memberikan tugas yang autentik ini adalah; a siswa mampu menghubungkan situasi dalam kondisi nyata atau kondisi pekerjaan; dan b dan bernilai transferable skill dapat dibagikan Jonhson.

The Physical Context Gambaran sederhana tentang konteks fisikal di dalam authentic assesment adalah misalkan seorang instruktur ingin mengukur secara autentik seorang auto mekanik dari militer. Mungkin seorang prajurit akan menemukan permasalahan pada mobil jeep dan dia dapat memperbaikinya di dalam garasi yang bersih dengan semua peralatan yang bisa membantunya untuk memperbaikinya.

Namun, bisa saja suatu saat, pada konteks yang lebih nyata di lapangan, mobil tersebut tidaklah diperbaiki di garasi yang berisi peralatan lengkap namun pada kondisi perang, cuaca yang tidak bersahabat, dan tidak tersedianya peralatan lengkap. Oleh karena itulah, jika tugas itu adalah tugas yang autentik, maka walaupun dalam kondisi yang berbeda ia dapat menggunakan kompetensinya termasuk di dalam kondisi yang sebenarnya tidak dalam kondisi latihan Jonhson.

Konteks secara fisikal di dalam authentic assesment harus menggambarkan jalan pengetahuan, kemampuan, sikap yang akan digunakan di dalam praktek professional Brown, dkk. Selain juga mempertimbangkan jumlah dan jenis sumber daya yang tersedia dalam melaksakan tugas Jonhson.

Hal lain yang juga dianggap penting di dalam physical context adalah perkiraan waktu yang diberikan kepada siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya. Jika tes tradisonal secara normal dilakukan dalam satu atau dua jam, namun dalam tugas autentik haruslah lebih dipertimbangkan. Dalam dunia nyata, bisa saja para pekerja atau professional membutuhkan banyak waktu atau bahkan sepanjang hari dalam mengerjakan satu tugas tertentu tapi dalam tugas lainnya bisa saja ia hanya membutuhkan reaksi yang cepat dalam beberapa detik.

Oleh karena itulah, physical context dalam penilaian autentik harus disesuaikan dengan kriteria situasi yang ada Jonhson. The Social Context Di dalam authentic assesment, selain juga memperhatikan konteks fisik juga harus memperhatikan kontek sosial, dalam artian tugas yang diberikan juga mempertimbangkan proses sosial yang ada di konteks kehidupan nyata Purwanto.

Selain itu pemberian tugas juga harus melihat apakah membutuhkan pengerjaan secara individual ataukah secara kelompok kolaborasi. Jika situasi nyata menuntut sebuah kolaborasi maka assessment haruslah dilakukan dengan kolaborasi, namun sebaliknya jika situasi secara normal dapat diatasi secara individual, maka assessment yang dilakukan juga secara individual.

Jika assessment diadakan secara kolaborasi maka di dalamnya akan terjadi interaksi sosial, ketergantungan yang positif antar sesama individu, dan masing-masing individu akan memberikan kontribusinya untuk penyelesaian masalah.

Sedangkan jika assesment dilakukan secara individual konteks sosial harus memberikan stimulasi beberapa kompetensi kepada pembelajar Purwanto. The Assessment Result or Form Hasil dari assessment dapat dikaji melalui empat element yaitu; a performance atau hasil produk yang siswa dapat hasilkan untuk menjawab permasalahan dalam konteks dunia nyata b produk atau performance tersebut harus bisa didemonstrasikan dengan kesimpulan yang valid berdasarkan kompetensi c melibatkan banyak indikator untuk mendapatkan kesemipulan yang baik d dan hasilnya dapat ditunjukan atau dipresentasikan kepada orang lain untuk melihat keasliannya Purwanto.

Kriteria adalah hasil assessment yang nantinya akan diberi nilai oleh guru. Merupakan sesuatu yang penting untuk diberitahukan kepada siswa agar mereka memiliki panduan dan memenuhi standar dalam mengerjakan tugas yang autentik. Selain itu, kriteria juga menjadi sumber membuat keputusan tentang tugas siswa berhasil atau tidak berhasil Jonhson. Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa. Mempersyaratkan penerapan pengetahuan dan keterampilan. Penilaian terhadap produk atau kinerja.

Tugas-tugas kontekstual dan relevan Abdullah. Penilaian autentik bertujuan mengevaluasi kemampuan siswa dalam konteks dunia nyata. Dengan kata lain, siswa belajar bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya ke dalam tugas-tugas yang autentik.

Di kedua sisi ini adalah sesuatu yang menguntungkan baik bagi siswa itu sendiri maupun pihak guru atau sekolah. Manfaat bagi siswa adalah dapat mengungkapkan secara total seberapa baik pemahaman materi akademik mereka, mengungkapkan dan memperkuat penguasaan kompetensi mereka, seperti mengumpulkan informasi, menggunakan sumber daya, menangani teknologi dan berfikir sistematis, menghubungkan pembelajaran dengan pengalaman mereka sendiri, dunia mereka dan masyarakat luas, mempertajam keahlian berfikir dalamtingkatan yang lebih tinggi saat mereka menganalisis, memadukan, dan mengidentifikasi masalah, menciptakan solusi dan mengikuti hubungan sebab akibat, menerima tanggung jawab dan membuat pilihan, berhubungan dan kerja sama dengan orang lain dalam membuat tugas, dan belajar mengevaluasi tingkat prestasi sendiri Jonshon.

Sedangkan bagi guru, penilaian autentik bisa menjadi tolak ukur yang komprehensif mengenai kemampuan siswa dan seberapa efektif metode yang diberikan kepada siswa bisa dijalankan.

Oleh karena itulah, penerapan authentic assessment sebagai alat evaluasi hasil belajar di sekolah-sekolah ataupun level universitas penting untuk diperhatikan agar siswa tidak hanya sekedar menjadi pembelajar saja, namun pada akhirnya pencapaian prestasi diikuti dengan kemampuan mengaplikasikan kemampuan yang dimilikinya ke dalam dunia nyata Jonshon.

Dalam rangka melaksanakan asesmen autentik yang baik, guru harus memahami secara jelas tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu, guru harus bertanya pada diri sendiri, khususnya berkaitan dengan: a. Beberapa jenis asesmen autentik disajikan berikut ini. Penilaian Kinerja Asesmen autentik sebisa mungkin melibatkan parsisipasi peserta didik, khususnya dalam proses dan aspek-aspek yangg akan dinilai. Dengan menggunakan informasi ini, guru dapat memberikan umpan balik terhadap kinerja peserta didik baik dalam bentuk laporan naratif mauun laporan kelas.

Ada beberapa cara berbeda untuk merekam hasil penilaian berbasis kinerja: 1 Daftar cek checklist. Digunakan untuk mengetahui muncul atau tidaknya unsurunsur tertentu dari indikator atau subindikator yang harus muncul dalam sebuah peristiwa atau tindakan. Digunakan dengan cara guru menulis laporan narasi tentang apa yang dilakukan oleh masing-masing peserta didik selama melakukan tindakan.

Dari laporan tersebut, guru dapat menentukan seberapa baik peserta didik memenuhi standar yang ditetapkan. Biasanya digunakan dengan menggunakan skala numerik berikut predikatnya. Digunakan oleh guru dengan cara mengamati peserta didik ketika melakukan sesuatu, dengan tanpa membuat catatan.

Guru menggunakan informasi dari memorinya untuk menentukan apakah peserta didik sudah berhasil atau belum. Cara seperti tetap ada manfaatnya, namun tidak cukup dianjurkan.

Penilaian kinerja memerlukan pertimbangan-pertimbangan khusus. Pertama, langkah-langkah kinerja harus dilakukan peserta didik untuk menunjukkan kinerja yang nyata untuk suatu atau beberapa jenis kompetensi tertentu. Kedua, ketepatan dan kelengkapan aspek kinerja yang dinilai. Ketiga, kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan.

TECHNIQUES OF ARCHAEOLOGICAL EXCAVATION PHILIP BARKER PDF

Autentik assesment

Ketidakpastian dan ambiguitas dari perubahan dapat dihadapi secara terbuka, di mana setiap individu memiliki keterampilan-keterampilan yang diperlukannya agar dapat hidup lebih nyaman dengan adanya perubahan daripada dengan adanya kepastian. Pembelajaran dan asesmen autentik adalah suatu cara untuk memfasilitasi peserta didik untuk berfikir kreatif, kritis, efektif dan inovatif. Melalui cara ini diharapkan lulusan mampu memberikan pelayanan yang profesional sebagai pendidik. Guru diharapkan dapat menyediakan pengalaman belajar dan asesmen yang beragam baik mental, fisik dan sosial, sehingga pengetahuan, sikap dan ketrampilan berkembang seimbang. Perubahan itu telah berdampak pada setiap aspek kehidupan, termasuk pada system pendidikan dan pembelajaran di PPS Universitas Negeri Padang.

ELLE JASPER EVENTIDE PDF

Pengertian Penilaian Otentik PAUD & Lingkup Penilaian

Menurut Ormiston, belajar autentik mencerminkan tugas dan pemecahan masalah yang dilakukan oleh peserta didik dikaitkan dengan realitas di luar sekolah atau kehidupan pada umumnya. Asesmen ini cenderung berfokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual bagi peserta didik, yang memungkinkan mereka secara nyata menunjukkan kompetensi atau keterampilan yang dimilikinya. Contoh asesmen autentik antara lain keterampilan kerja, kemampuan mengaplikasikan atau menunjukkan perolehan pengetahuan tertentu, simulasi dan bermain peran, portofolio, memilih kegiatan yang strategis, serta memamerkan dan menampilkan sesuatu. Asesmen Autentik terdiri dari berbagai teknik penilaian, antara lain sebagai berikut.

APOSTILA OPENGL PDF

Seputar Pengertian Asesmen Otentik

Posted on Pendahuluan Dalam pendidikan, asesmen seharusnya didasarkan pada pengetahuan kita tentang belajar dan tentang bagaimana kompetensi berkembang dalam materi pelajaran yang kita ajarkan. Hal ini merupakan kebutuhan yang sangat jelas untuk membuat suatu asesmen dimana pendidik dapat mempergunakannya untuk meningkatkan kegiatan pendidikan dan mengawasi hasil belajar dan mengajar yang kompleks. Dari beberapa penelitian ditemukan bahwa para guru mengajar untuk memberikan keterampilan pada siswa untuk belajar dan mempraktekkan bagaimana mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilannya untuk tujuan yang nyata dan jelas. Penilaian kinerja yang berkisar dari jawaban yang relative pendek sampai pada proyek jangka panjang yang meminta para siswa untuk memperagakan hasil kerjanya, dan hal ini membutuhkan peran serta pemikiran tingkat tinggi siswa untuk menyatukan beberapa keterampilan yang berbeda-beda. Dalam suatu sistem penilaian yang lengkap, bagaimana-pun semestinya terdapat keseimbangan antara penilaian kinerja yang lebih pendek dan juga lebih panjang.

Related Articles