BUDIDAYA TIMUN PDF

Tumbuhan timun hidup merambat dan apabila tanaman ini sudah berbunga dan berbuah maka tumbuhannya akan mati atau dengan kata lain mentimun adalah tanaman semusim. Buah mentimun memiliki bentuk buah memanjang dengan warna hijau dengan garis putih kekuning-kuningan ketika masih muda dan akan berwarna lebih hijau hingga putih ketika semakin tua umur buahnya. Nama lain dari timun adalah Cucumis sativus. Banyak orang yang mulai membudidayakan timun ini. Namun dalam budidaya mentimun membutuhkan perawatan ekstra karena tanaman ini rentan terhadap hama dan cuaca.

Author:Femuro Daiktilar
Country:Kosovo
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):19 September 2007
Pages:71
PDF File Size:15.72 Mb
ePub File Size:5.95 Mb
ISBN:479-9-55187-298-8
Downloads:16012
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Vudokasa



Penggunaan pupuk daun jarang ditemukan. Namun untuk penggunaan hormon dan zat pengatur tumbuh cukup intensif, terutama memasuki fase generatif. Begitu juga dengan penggunaan insektisida yang sama sangat intensif dengan fungisida yang sangat membantu dalam mengendalikan penyakit kresek Downy mildew. Perawatan Perawatan tanaman dimulai ketika tanaman berumur 5 — 10 hari. Setelah kegiatan penyulaman dilanjutkan dengan penyiangan terhadap rumput dan penutupan rongga tanah disekitar lubang tanam untuk memperkokoh tegaknya batang timun.

Kegiatan selanjutnya adalah pemopokan. Pemopokan ditujukan untuk menutup rerumputan yang tumbuh di atas bedengan serta memberi efek dingin pada media tumbuh sehingga akar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pemupukan Semua kegiatan pemeliharaan dan pemanenan dilakukan melewati tanggul berair.

Pada usia 12 HST pemupukan berikutnya dengan cara dikocor. Perawatan tanaman lainnya yang mengikat teralis mentimun dan cabang. Penyemprotan insektisida dan fungisida dari usia 10 HST dengan interval 3 hari. Penyemprotan daun pupuk, insektisida, fungisida serta ZPT biasanya dijadikan satu agar pemakaian lebih efisien penggunaan tenaga kerja dan pelaksanaannya juga disesuaikan dengan keadaan dan usia tanaman serta hama dan penyakit. Pemupukan susulan berikutnya diberikan kering dengan lubang tanam antara 4 ditugalkan atau dengan hanya ditaburkan di tengah bedengan.

Pengendalian Hama dan Penyakit Hama dan penyakit pada timun sebenarnya tidak terlalu banyak. Pemberantasan hama dan penyakit segera dilakukan setelah terlihat tanda-tanda serangan. Perlakuan terbaik adalah dengan jalan pencegahan preventif. Tanda kerusakan awal adalah apabila daun dihadapkan pada sinar matahari akan terlihat bintik berwarna putih sebesar tubuh hama itu sendiri.

Selanjutnya bintik ini meluas dan akhirnya daun menguning dan mengering. Pengendalian serangan hama ini dilakukan dengan cara mekanis, yaitu membunuh binatangnya bila terlihat pada batang tanaman. Cara lainnya adalah dengan jalan memasukkan larutan insektisida ke sarangnya atau dilakukan penyemprotan insektisida pada tanaman.

Jangkrik Jangkrik dari ordo Ortoptera menyerang tanaman timun gherkin muda di lapang. Jangkrik ini memotong batang tanaman kemudian potongannya ditinggalkan di tempat atau dibawa ke sarangnya. Pengendaliannya sama dengan pengendalian pada thrips.

Penyakit Downy Mildew Serangan penyakit Downy mildew Pseudomonas cubensis Berk dan Curt diawali dengan adanya bintik hitam pada permukaan daun yang kemudian berubah menjadi kuning. Selanjutnya bintik ini meluas menjadi bercak kotak-kotak berwarna kuning atau cokelat mengikuti besarnya jala tulang daun yang menghubungkan cabang-cabang pada tulan daun. Tanda yang lain adalah terdapatnya jamur berwarna hitam pada bagian bawah daun.

Pengendalian dan pemberantasan penyakit ini dilakukan dengan penyemprotan fungisida seperti Benlate atau Dithane Powdery Mildew Awal serangan penyakit ini ditandai dengan terdapatnya serbuk halus berwarna putih pada permukaan atas dan bawah daun. Selanjutnya spora jamur ini akan meluas merata pada helaian daun sehingga menyebabkan daun menguning, menebal, kaku, dan melipat ke atas.

Pengendalian dan pemberantasannya sama seperti pada penyakit Downy mildew. Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Ulat Tanah Agrotis ipsilon Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.

Lalat buah Dacus cucurbitae Coq Lalat dewasa berukuran mm. Lalat menyerang mentimun muda untuk bertelur, Gejala: memakan daging buah sehingga buah abnormal dan membusuk. Kutu daun Aphis gossypii Clover Kutu berukuran mm, berwarna kuning atau kuning kemerahan atau hijau gelap sampai hitam.

Gejala: menyerang pucuk tanaman sehingga daun keriput, kerititing dan menggulung. Kutu ini juga penyebar virus. Gejala : daun berbercak kuning dan berjamur, warna daun akan menjadi coklat dan busuk. Penyakit tepung Powdery mildew Penyebab : Erysiphe cichoracearum. Berkembang jika tanah kering di musim kemarau dengan kelemaban tinggi. Gejala : permukaan daun dan batang muda ditutupi tepung putih, kemudian berubah menjadi kuning dan mengering.

Antraknose Penyebab : cendawan Colletotrichum lagenarium Pass. Gejala: bercak-bercak coklat pada daun. Bentuk bercak agak bulat atau bersudut-sudut dan menyebabkan daun mati; gejala bercak dapat meluas ke batang, tangkai dan buah.

Bila udara lembab, di tengah bercak terbentuk massa spora berwarna merah jambu. Bercak daun bersudut Penyebab : cendawan Pseudomonas lachrymans. Menyebar pada saat musim hujan. Gejala : daun berbercak kecil kuning dan bersudut; pada serangan berat seluruh daun yang berbercak berubah menjadi coklat muda kelabu,mengering dan berlubang. Gejala : daun menjadi belang hijau tua dan hijau muda, daun berkerut, tepi daun menggulung, tanaman kerdil.

Kudis Scab Penyebab : cendawan Cladosporium cucumerinum Ell. Terjadi pada buah mentimun muda. Gejala : ada bercak basah yang mengeluarkan cairam yang jika mengering akan seperti karet; bila menyerang buah tua, terbentuk kudis yang bergabus. Busuk buah Cendawan Phytium aphinadermatum Edson Fizt. Infeksi terjadi di kebun atau di tempat penyimpanan. Gejala : Phytium aphinadermatum: buah busuk basah dan jika ditekan, buah pecah; Phytopthora: bercak agak basah yang akan menjadi lunak dan berwarna coklat dan berkerut; Rhizophus: bercak agak besah, kulit buah lunak ditumbuhi jamur, buah mudah pecah; Erwinia carotovora: buah membusuk, hancur dan berbau busuk.

Pengendalian: dengan menghindari luka mekanis, penanganan pasca panen yang hati-hati, penyimpanan dalam wadah bersih dengan suhu antara 5 — 7 derajat C. Panen Ciri dan Umur Panen Buah mentimun muda lokal untuk sayuran, asinan atau acar umumnya dipetik bulan setelah tanam, mentimun hibrida dipanen 42 hari setelah tanam Mentimun Suri dipanen setelah matang. Cara Panen Buah dipanen di pagi hari sebelum jam 9. Demikianlah penjelasan artikel diatas semoga bisa bermanfaat untuk pembaca setia kami…Terimakasih… Sebarkan ini:.

IGNAZ SEMMELWEIS FIEBRE PUERPERAL PDF

Cara Mudah Budidaya Timun

Hama dan Penyakit 3. Hama a. Oteng-oteng atau Kutu Kuya Aulocophora similis Oliver. Kumbang daun berukuran 1 cm dengan sayap kuning polos. Gejala : merusak dan memakan daging daun sehingga daun bolong; pada serangan berat, daun tinggal tulangnya. Ulat Tanah Agrotis ipsilon Ulat ini berwarna hitam dan menyerang tanaman terutama yang masih muda. Gejala: Batang tanaman dipotong disekitar leher akar.

FLORENCE TOUSSAINT CRITICA DE LA INFORMACION DE MASAS PDF

Memetik Rupiah Dengan Budidaya Timun

Budidaya tanaman timun telah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. Beberapa jenis tanaman timun liar ditemukan di dataran Cina dan Afrika. Tanaman timun mempunyai sifat merambat atau bersifat menjalar, dan semusim. Buah mentimun bisa dimakan secara langsung yaitu dikonsumsi mentah. Kandungan gizi yang ada di dalam timun tidak terlalu tinggi, tetapi tanaman buah sayuran ini banyak disukai. Apabila dibandingkan dengan negara lain, produksi timun Indonesia masih jauh.

Related Articles