BUKU PENDIDIKAN PANCASILA KAELAN PDF

Hak dan Kewajiban warga Negara Pengertian Wawasan Nusantara Faktor-faktor yang Mempengaruhi Wawasan Nusantara Unsur-unsur Dasar Wawasan Nusantara Implementasi Nusantara sebagai Pancaran Falsafah Pancasila Pengertian Geostrategi.

Author:Faezuru Nekazahn
Country:Georgia
Language:English (Spanish)
Genre:Automotive
Published (Last):24 August 2019
Pages:181
PDF File Size:16.41 Mb
ePub File Size:13.79 Mb
ISBN:253-5-34592-503-1
Downloads:30613
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zucage



Kaelan, M. Konsekuensinya mengharuskan kita untuk merevisi ulang atas materi Pendidikan Pancasila terutama pada tingkat Perguruan Tinggi. Materi Buku ini disusun untuk dijadikan sebagai acuan perkuliahan yang disusun dari upaya mengumpulkan buku-buku refrensi, hasil-hasil seminar dan diskusi ilmiah serta berbagai tulisan di media masa. Buku ini membahas tentang aspek-aspek pancasila serta penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia. Buku ini mengulas seluk-beluk Pancasila dan hal-hal yang berkaitan, misalnya asal-usul, landasan, tujuan, segi-segi tinjauan Pancasila, hakikat nilai-nilai Pancasila, dan Pancasila sebagai pilihan bangsa, serta memuat susunan dalam satu naskah Undang-Undang Dasar dengan perubahan hasil amandemen.

Perubahan pertama , perubahan kedua , perubahan ketiga , dan perubahan keempat Isi Buku Pendidikan Kewarganegaraan ini disusun untuk program 1 tahun, yang babnya berjumlah 4 bab pokok materi kemudian diikuti oleh beberapa materi sub bab. Dalam setiap bab terdapat pendahuluan yang berfungsi sebagai pengenalan bab yang akan dipelajari, ringkasan materi kesimpulan , dan uji kompetensi.

Historis B. Kultural C. Yuridis D. Filosofis A. Yamin o Moh. Pasal 10 ayat 1 menyatakan setiap pelajaran wajib memuat agama, Pancasila, dan Kewarganegaraan. Kemafiran b. Ketepatan c. Keberhasilan bertindak o Tanggung jawab, meliputi : a. Iptek b. Etika c. Agama d. Ilmu pengetahuan b. Teknologi c. Majapahit — keprabuan 3. Modern 17 Agustus sekarang Marvuat vanua criwijaya siddhayatra subhiksa berarti suatu cita-cita negara yang adil dan makmur, hal ini merupakan cita-cita tentang kesejahteraan bersama dalam suatu negara yang sudah tercermin sejak zaman kerajaan Sriwijaya.

Begitu juga Empu Tantular yang mengarang kitab Sutasoma yang memuat Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Magrua yang berarti walau berbeda namun satu jua adanya sebab tidak ada agama yang memiliki Tuhan yang berbeda.

Hal ini menunjukkan adanya realitas kehidupan agama pada saat itu, yaitu Hindu dan Budha. Impian ini telah mempersatukan silayah nusantara dalam sebuah kesatuan menjadi kenyataan hingga saat ini.

Namun, semua perlawanan senantiasa kandas karena tidka disertai rasa persatuan dan kesatuan dalam menaklukkan penjajah. Munculnya organisasi kepemudaan menunjukkan bahwa persatuan untuk melawan penjajah mulai terealisasikan. Tak ada bedanya dengan Belanda, Jepang pun memeras tenaga rakyat untuk kepentingan Jepang. Soekarno 2. PPKI beranggotakan 21 orang, yang tidak satupun anggotanya dari pihak Jepang sehingga dapat leluasa merundingkan proklamasi untuk kemerdekaan Indonesia.

Secara yuridis, Proklamasi menjadi awal tidak berlakunya hukum kolonial, dan mulai berlakunya hukum masional. Secara politis ideologis, Proklamasi berarti bahwa Indonesia terbebas dari penjajahan dan memiliki kedulatan untuk menentukan nasib sendiri. Oleh karena itu, persetujuan KMB bukanlah penyerahan kedaulatan, melainkan pengalihan atau pengakuan kedaulatan. Philein yang berarti cinta 2. Manusia 2. Alam 3. Pengetahuan 4. Etika 5. Filsafat sebagai produk yang mencakup pengertian 1.

Filsafat sebagai jenis pengetahuan, ilmu, konsep, pemikiran-pemikiran dari para filsuf pada zaman dahulu yang lazimnya merupakan suatu aliran. Filsafat sebagai suatu jenis problema yang dihadapi manusia sebagai hasil dari aktivitas berfilsafat.

Jadi manusia mencari suatu kebenaran yang timbul dari persoalan yang bersumber pada akal manusia. Filsafat merupakan suatu sistem pengetahuan yang bersifat dinamis. Metafisika Membahas tentang hal-hal yang bereksistensi di balik fisis, yang meliputi bidang-bidang ontologi, kosmologi, dan antropologi. Epistemologi Berkaitan dengan persoalan hakikat pengetahuan.

Metodologi Berkaitan dengan persoalan hakikat metode dalam ilmu pengetahuan. Logika Berkaitan dengan persoalan filsafat berfikir, yaitu rumusan dan dalil berfikir yang benar.

Etika Berkaitan dengan moralitas, tingkah laku manusia. Suatu kesatuan bagian-bagian B. Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi sendiri-sendiri C. Saling berhubungan dan saling ketergantungan. Keseluruhan dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu tujuan sistem E. Susunan Kesatuan Sila-sila Pancasila yang Bersifat Organis Monopluralis merupakan kesatuan sila-sila Pancasila yang bersifat organis, memiliki hakikat secara filosofis yang bersumber pada hakikat dasara ontologis manusia sebagai pendukung dari inti, isi dari sila-sila Pancasila yaitu hakikat manusia.

Rumusan Hubungan Kesatuan Sila-sila Pancasila yang saling mengisi dan saling mengkualifikasi Kesatuan sila-sila Pancasila yang meajemuk tunggal, hierarki piramidal juga dimaksudkan bahwa dalam setiap sila terkandung nilai keempat sila lainnya, atau dengan lain perkataan dalam setiap sila senantiasa dikualifikasi oleh keempat sila lainnya. Dasar Antropologis Sila-Sila Pancasila 2.

Dasar Epistemologis Sila-sila Pancasila 3. Sejak dahulu cita- cita tersebut telah didambakan oleh bangsa Indonesia agar terwujud dalam suatu masyarakat yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem karta raharja, dengan penuh harapan diupayakan terealisasi dalam setiap tingkah laku dan perbuatan setiap manusia Indonesia.

Dasar Filofofis 2. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa 2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab 3. Sila Perstuan Indonesia 4. Oleh karena itu, suatu pemikiran filsafat tidak secraa langsung menyajikan norma-norma yang merupakan pedoman dalam suatu tindakan atau aspek praksis melainkan suatu nilai-nilai yang bersifat mendasar. Norma moral Berkaitan dengan tingkah laku manusia, dapat diukur dari sudut baik maupun buruk.

Dalam kapasitas inilah nilai-nilai Pancasila telah terjabarkan dalam suatu norma-norma moralitas atau norma-norma etika sehingga Pancasila merupakan sistem etika dalam maasyarakat, berbangsa dan bernegara. Norma hukum Suatu sistem peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pancasila berkedudukan sebagai sumber dari segala sumber hukum di negara Indoensia. Nilai-nilai Pancasila sebenarnya berasal dari Bangsa Indonesia sendiri atau dnegan lain perkataan bangsa Indonesia sebagai asal mula materi kausa materialis nilai-nilai Pancasila.

Etika Umum 2. Etika Khusus: o Etika Individual, membahas kewajiban manusia terhadap diri sendiri o Etika Sosial, membahas kewajiban manusia trhadap manusia lain.

Jadi hakikatnya, nilai merupakan sifat atau kualitas yang melakat pada suatu objek, bukan objek itu sendiri. Nilai kebenaran 2. Nilai keindahan 3. Nilai kebaikan 4. Nilai bersifat universal karena menyangkut hakikat kenyataan objektif segala sesuatu misalnya Tuhan, manusia atau segala sesuatu lainnya. Secara kausalitas, Pancasila sebelum disyahkan menjadi dasar filsafat negara, nilai-nilainya telah ada dan berasal dari bangsa Indonesia sendiri yang berupa nilai-nilai istiadat, kebudayaan dan nilai- nilai religius.

Agar memiliki pengetahuan yang lengkap tentang proses terjadinya Pancasila, maka secara ilmiah harus ditinjau berdasarkan proses kausalitas. Asal Mula yang Langsung Teori kausalitas ini dikembangkan oleh Aristoteles, adapun berkaitan dengan asal mula yang langsung tentang Pancasila adalah asal mula yang langsung terjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat negara yaitu asal mula yang sesudah dan menjelang Proklamasi Kemerdekaan yaitu sejak dirumuskan para pendiri negara sejak sidang BPUPKI pertama.

Adapun rincian asal mula langsung Pancasila adalah sebagai berikut : a. Soekarno bersama Drs. Asal Mula yang Tidak Langsung Asal mula tidak langsung terdapat pada kepribadian serta dalam pandangan hidup sehari-hari bangsa Indonesia dengan rincian berikut : a. Asal mula tidak langsung Pancasila merupakan kausa materialis atau asal mula tidak langsung nilai-nilai Pancasila.

Pancasila bukanlah hasil perenungan seseorang atau kelompok atau bahkan hasil sintesa paham- paham besar dunia, melainkan pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila Asas Kebudayaan b. Pancasila Asas Religius c. Pancasila Asas Kenegaraan B. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa Pandangan hidup yang terdiri atas kesatuan rangkaian nilai-nilai luhur adalah suatu wawasan yang menyeluruh terhadap kehidupan. Pandangan hiudp berfungsi sebagai kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalam interaksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya.

Pandangan hidup bangsa dapat disebut sebagai ideologi bangsa nasional , dan pandangan hidup negara dapat disebut sebagai ideologi negara.

Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dapat dirinci sebagai berikut : a. Pancasila sebagai dasar negara merupakan sumber dari segala sumber hukum sumber tertib hukum Indonesia.

Meliputi suasana kebatinan Geistlichenhintergrund dari Undang-Undang Dasar Mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum dasar negara. Mengharuskan UUD mengandung isi yang mewajibkan pemerintah memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.

Merupakan sumber semangat bagi UUD bagi penyelenggara negara. Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa. Karena ciri khas Pancasila memiliki kesesuaian dengan bangsa Indonesia. Pengertian Ideologi Ideologi berarti ilmu pengertian-pengertian dasar atau sering kita sebut sebagai cita-cita.

CELESTINE PROPHECY 10TH INSIGHT PDF

Resume Buku Pendidikan Pancasila Oleh Prof.dr.h. Kaelan, M.s.

Undang-Undang No. UU No. Dalam pasal 19 2 disebutkan bahwa Pendidikan Pendahuluan Bela Negara wajib diikuti oleh setiap warga negara dan dilaksanakan secara bertahap. Tahap awal pada tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan menengah ada dalam gerakan Pramuka. Tahap lanjutan pada tingkat pendidikan tinggi ada dalam bentuk Pendidikan Kewiraan.

KOYO GUNKAN PDF

Resume Buku Pendidikan Pancasila | Prof Dr. Kaelan, MS.

Kaelan, M. Konsekuensinya mengharuskan kita untuk merevisi ulang atas materi Pendidikan Pancasila terutama pada tingkat Perguruan Tinggi. Materi Buku ini disusun untuk dijadikan sebagai acuan perkuliahan yang disusun dari upaya mengumpulkan buku-buku refrensi, hasil-hasil seminar dan diskusi ilmiah serta berbagai tulisan di media masa. Buku ini membahas tentang aspek-aspek pancasila serta penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia.

Related Articles