DALIH PEMBUNUHAN MASSAL PDF

Peristiwa GS hingga kini masih menjadi misteri. Kebenaran akan peristiwa terburuk di Indonesia ini masih samar-samar. Sekalipun telah banyak sumber yang mencoba memberikan kesaksian atas GS. Balik lagi ke detektif, tragedi GS mungkin hanya bisa dipecahkan oleh detectif semacam Conan atau Sherlocks Holmes.

Author:Nikogor Brat
Country:Turkey
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):1 May 2004
Pages:285
PDF File Size:1.89 Mb
ePub File Size:15.42 Mb
ISBN:951-8-38314-444-6
Downloads:24926
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Shakadal



Peristiwa GS hingga kini masih menjadi misteri. Kebenaran akan peristiwa terburuk di Indonesia ini masih samar-samar. Sekalipun telah banyak sumber yang mencoba memberikan kesaksian atas GS. Balik lagi ke detektif, tragedi GS mungkin hanya bisa dipecahkan oleh detectif semacam Conan atau Sherlocks Holmes. Akan tetapi, cara-cara pendekatan detectif dalam memecahkan kasus dapat dipakai dalam kasus GS. Paling tidak untuk menemukan sedikt saja titik terang yang dapat menceritakan suasana sebenarnya di tahun tersebut.

Maka hadirlah buku ini bukan sebagai pembenaran melainkan sebagai petunjuk dari tragedi berdarah GS. Mengapa saya katakan petunjuk? Dapat dikatakan John Roosa sengaja untuk membiarkan pembacanya untuk menarik kesimpulannya sendiri. Buku ini juga hadir sebagai bentuk kritik atas kebohongan yang dibenarkan bertahun-tahun lamanya terkait GS. Seperti tujuh jenderal yang dibunuh secara sadis disilet-silet kemaluannya oleh Gerwani, lalu dimutilasi , aktivis PKI mulai dari kader tertinggi hingga petani kecil di desa adalah pembunuh sadis, dan lain-lain.

Inilah cara sejahrawan mengungkap teka-teki masa lalu. Seperti komposisi pasukan, pengumuman penting dalam radio, letak posisi Soekarno, dan suasana di Kostrad yang biasa saja markas Soeharto. Supardjo adalah orang kedua yang namanya disebutkan dalam siaran radio 1 Oktober Namun, anehnya Supardjo tidak paham apa sebenarnya tujuan gerakan ini.

Beliau baru bergabung dengan kelompok sehari sebelum pelaksanaan. Artinya beliau tidak sempat mengikuti jalannya rapat gerakan. Mengingat tujuannya sama yaitu menyelamatkan Soekarno dari Dewan Jenderal, Supardjo percaya saja rencana mereka. Kemudian Supardjo adalah Perwira tertinggi diantara anggota GS mengapa bukan beliau yang memimpin mengingat jejak rekor hebatnya saat memegang komando.

Sjam adalah sosok kepercayaan D. Aidit ketua PKI , tapi dicurigai pula sebagai agen intelijen angkatan darat. Anehnya banyak anggota bahkan sampai dewan pimpinan tidak mengetahui keberadaan BC.

Ternyata di dalam bab ini Aidit digambarkan seperti sosok pemimpin yang dikelabui oleh orang kepercayaannya, Sjam. Dalam bab ini diceritakan terdapat kubu kontra-Soekarno yaitu angkatan Darat dengan Amerika dibelakangnya. Mereka disebut dengan nama dewan jenderal. Dewan jenderal tidak menyukai Soekarno yang dianggap dipengaruhi PKI padahal tidak. Juga geram dengan kekerasan Soekarno untuk menasionalkan perekonomian negara tidak ada investasi asing , disebut politik bebas aktif. Amerika Serikat yang sudah mengincar kekayaan alam Indonesia cemas bahwa mereka akan kehilangan negara berpotensi se Asia Tenggara ini.

Maka mereka dewan jenderal dengan Amerika merancang suatu aksi rahasia entah apa untuk mengatasi Soekarno dkk. Semua dokumen dari setiap bab dirangkai kembali sehingga menjadi sebuah kisah yang mendekati kronologis GS. Kegagalan GS dapat terjadi karena ketidakcakapan Sjam sebagai organisator, bisa juga karena rencana gerakan yang tidak berjalan dengan lancar, seperti terbunuhnya tiga jenderal dan lolosnya Yani target penting , ketidaksamaan informasi mengenai aksi dan tujuan gerakan ini khususnya oleh pelaku gabungan wakil PKI dan wakil angkatan bersenjata pro Soekarno , hingga peran Soeharto dan beberapa dewan jenderal yang sudah mengetahui bahkan ikut merencankan gerakan gagal ini sehingga dapat dipakai sebagai jalan untuk mengambil kekuasaan penuh.

Sekali lagi buku ini adalah penjelasan alternatif lain tentang GS. Namun pendekatan cerita dalam buku seperti detektif dengan menggunakan bukti-bukti langka dan teliti menjadikan buku ini beda dari unik. Selamat membaca dan selamat menemukan pandangan Bagikan Artikel ini.

COMPUGREIFF PDF

Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto

Saya mulai menulis tentang Gerakan 30 September saat menjadi penerima beasiswa pascadoktoral Rockefeller Foundation di Institute of International Studies di University of California-Berkeley, sebagai bagian dari Communities in Contention Program pada Terima kasih kepada direktur lembaga, Michael Watts, yang telah memberikan saya suasana yang demikian hidup untuk belajar. Joseph Nevins adalah pembaca rumusan-rumusan awal pandangan saya. Kritiknya yang tajam pada saat makan siang di kafe-kafe di Berkeley menyadarkan saya bahwa menulis tentang Gerakan 30 September dalam bentuk karangan jurnal singkat tidak memadai untuk mengurai keruwetan-keruwetannya. Ulasan-ulasannya terhadap rancangan buku yang muncul belakangan sangat membantu saya dalam berpikir tentang penyajian argumen saya. Sidang pendengar di Center for Southeast Asian Studies di University of Wisconsin, Madison, pada akhir telah mendengarkan uraian versi awal yang masih mentah dari buku ini. Saya ucapkan terima kasih kepada semua yang hadir di sana, dan untuk ulasan-ulasan mereka yang mendalam.

ESWS COMMON CORE STUDY GUIDE PDF

Dalih Pembunuhan Massal ~ John Roosa

Shelves: humanity OK, apa yang membuat buku Roosa sangat menarik dalam pandangan saya adalah penemuan bukti-bukti baru tentang berbagai hal menyangkut Gerakan 30 September GS dan sekalian analisis mengenainya, rekonstruksi alternatif atas kejadian GS ala Roosa, serta kearifan yang dikandung oleh buku itu. Dalih Pembunuhan Massal, berbeda dengan buku-buku dengan tema sejenis, tidak serta-merta mengarahkan jari telunjuk kepada pihak-pihak tertentu sebagai dalang GS. Entah itu PKI, Suharto dan OK, apa yang membuat buku Roosa sangat menarik dalam pandangan saya adalah penemuan bukti-bukti baru tentang berbagai hal menyangkut Gerakan 30 September GS dan sekalian analisis mengenainya, rekonstruksi alternatif atas kejadian GS ala Roosa, serta kearifan yang dikandung oleh buku itu. Roosa agaknya memulai riset untuk bukunya ini dengan pikiran naif dan rasa penasaran yang membuncah. Emm, sebenarnya Roosa memang tidak senaif itu dan naskahnya pun tidak sedingin layaknya naskah penelitian yang berjuang sekuat tenaga untuk menjunjung tinggi value free, namun Roosa sedikitnya sengaja —buah dari sikap hati-hatinya- untuk mencermati dan mencerna berbagai bukti baru guna mengkaji apa yang sebenarnya terjadi dalam GS.

Related Articles