GANGGUAN ELIMINASI FEKAL PDF

Test diagnostik : Barium enema dapat menyebabkan konstipasi m. Kondisi patologis C. Ginjal Ginjal merupakan sepasang organ berbentuk seperti kacang buncis, berwarna coklat agak kemerahan, yang terdapat di kedua sisi kolumna vertebra posterior terhadap peritoneum dan terletak pada otot punggung bagian dalam. Ginjal terbentang dari vertebra torakalis ke sampai vertebra lumbalis ke Dalam kondisi normal, ginjal kiri lebih tinggi 1,5 — 2 cm dari ginjal kanan karena posisi anatomi hati.

Author:Mibei Vora
Country:Algeria
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):17 May 2017
Pages:386
PDF File Size:9.67 Mb
ePub File Size:7.52 Mb
ISBN:197-4-18982-803-1
Downloads:47566
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Arabar



Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Hal ini juga disebut bowel movement. Frekwensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang. Ketika gelombang peristaltik mendorong feses kedalam kolon sigmoid dan rektum, saraf sensoris dalam rektum dirangsang dan individu menjadi sadar terhadap kebutuhan untuk defekasi.

Eliminasi yang teratur dari sisa-sisa produksi usus penting untuk fungsi tubuh yang normal. Perubahan pada eliminasi dapat menyebabkan masalah pada gastrointestinal dan bagian tubuh yang lain.

Karena fungsi usus tergantung pada keseimbangan beberapa faktor, pola eliminasi dan kebiasaan masing-masing orang berbeda. Klien sering meminta pertolongan dari perawat untuk memelihara kebiasaan eliminasi yang normal. Keadaan sakit dapat menghindari mereka sesuai dengan program yang teratur. Mereka menjadi tidak mempunyai kemampuan fisik untuk menggunakan fasilitas toilet yang normal ; lingkungan rumah bisa menghadirkan hambatan untuk klien dengan perubahan mobilitas, perubahan kebutuhan peralatan kamar mandi.

Untuk menangani masalah eliminasi klien, perawata harus mengerti proses eliminasi yang normal dan faktor-faktor yang mempengaruhi eliminasi Eliminasi produk sisa pencernaan yang teratur merupakan aspek penting untuk fungsi normal tubuh. Perubahan eliminasi dapat menyebabkan masalah pada sistem gastrointestinal dan system tubuh lainnya.

Apa itu Pencernaan normal dan eliminasi? Apa saja faktor yang mempengaruhi eliminasi? Apa saja masalah defekasi yang umum? Apa itu diversi usus? Bagaimana proses keperawatan dan eliminasi fekal? Mengetahui pencernaan normal dan eliminasi. Mengetahui faktor yang mempengaruhi eliminasi. Mengetahui masalah defekasi yang umum.

Mengetahui diversi usus. Mengetahui proses keperawatan dan eliminasi fekal. Tujuan kerja organ ini ialah mengabsorpsi cairan dan nutrisi, menyiapkan makanan untuk diabsorpsi dan digunakan oleh sel — sel tubuh, serta menyediakan tempat penyimpanan fese sementara.

Fungsi utama system GI adalah membuat keseimbangan cairan. GI juga menerima banyak sekresi dari organ — organ, seperti kandung empedu dan pancreas. Setiap kondisi yang secara serius mengganggu absorpsi atau sekresi normal cairan GI, dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan.

Organ — organ saluran gastrointestinal : Anatomi fisiologi saluran pencernaan terdiri dari : 1. Mulut Saluran GI secara mekanis dan kimiawi memecah nutrisi ke ukuran dan bentuk yang sesuai.

Semua organ pencernaan bekerja sama untuk memastikan bahwa masa atau bolus makanan mencapai daerah absorpsi nutrisi dengan aman dan efektif. Gigi mengunyah makanan, memecahkan menjadi berukuran yang dapat di telan. Sekresi saliva mengandung enzim, seperti ptyalin, yang mengawali pencernaan unsure — unsure makanan tertentu. Saliva mencairkan dan melunakkan bolus makanan di dalam mulut sehingga lebih mudah ditelan. Esophagus Begitu makanan memasuki bagian atas esophagus, makanan berjalan melalui otot sirkular, yang mencegah udara memasuki esophagus dan makanan mengalami refluks bergerak ke belakang kembali ke tenggorokan.

Bolus makanan menelusuri esophagus yang panjangnya kira — kira 25 cm. Pada saat bagian esophagus berkontraksi di atas bolus makanan, otot sirkular di bawah atau di depan bolus berelaksasi. Kontraksi — kontraksi otot halus yang saling bergantian ini mendorong makanan menuju gelombang berikutnya.

Dalam 15 detik, bolus makanan bergerak menuruni esophagus dan mencapai sfingter esophagus bagian bawah. Sfingter esophagus bagian bawah terletak di antara esophagus dan lambung. Factor — factor yang mempengaruhi tekanan sfingter esophagus bagian bawah meliputi antacid, yang meminimalkan refluks, dan nikotin serta makanan berlemak, yang meningkatkan refluks.

Lambung Di dalam lambung, makanan disimpan untuk sementara dan secara mekanis dan kimiawi dipecahkan untuk dicerna dan diabsorpsi. Lambung menyekresi asam hidroklorida HCL , lendir, enzim pepsin, dan factor intrinsic. Konsentrasi HCL mempengaruhi keasaman lambung dan keseimbangan asam — basa tubuh.

HCL membantu mencampur dan memecahkan makanan di lambung. Lendir melindungi mukosa lambung dari keasaman dan aktivitasenzim. Pepsin mencerna protein, walaupun tidak banyak pencernaan yang berlangsung di lambung. Factor intrinsik adalah komponen penting yang dibutuhkan untuk absopsi viatamin B12 di dalam usus dan selanjutnya untuk pembentukan sel darah merah normal. Kekurangan factor intrinsic ini mengakibatkan anemia dan pernisiosa.

Sebelum makan meninggalkan lambung, makanan diubah menjadi materi semicair yang disebut kimus. Kimus lebih mudah dicerna dan diabsorpsi daripada makanan padat.

Klien yang sebagian lambungnya diangkat atau yang memiliki pengosongan lambung yang cepat seperti pada gastritis dapat mengalami masalah pencernaan yang serius karena makanan tidak dipecah menjadi kimus. Usus Halus Selama proses pencernaan normal. Kimus meninggalkan lambung dan memasuki usus. Usus halus merupakan sebuah saluran dengan diameter sekitar 2. Usus halus dibagi mkenjadi 3 bagian : duodenum, jejunum, dan ileum. Kimus bercampur dengan enzim — enzim pencernaan missal : empedu dan amylase saat berjalan memalui usus halus.

Segmentasi kontrasi dan relaksasi otot halus secara bergantian mengaduk kimus, memecahkan makanan lebih lanjut untuk dicerna. Pada saat kimus bercampur, gerakan peristaltic berikutnya sementara berhenti sehingga memungkinkan absorpsi.

Kimus berjalan perlahan melalui usus halus untuk memungkinkan absorpsi. Kebanyakan nutrisi dan elektrolit diabsorbsi di dalam usus halus. Enzim dari pancreas missal : amylase dan empedu dari kandungan empedu dilepaskan ke dalam duodenum.

Enzim di dalam usus halus memecahkan lemak, protein, dan karbohidrat menjadi unsure — unsur dasar. Nutrisi hampir seluruhnya diabsorbsioleh duodenum dan jejunum. Ileum mengabsorpsi vitamin — vitamin tertentu, zat besi, dan garam empedu. Apabila fungsi ileum terganggu, proses pencernaan akan mengalami perubahan besar. Inflamasi, reseksi bedah, atau obstruksi dapat mengganggu peristaltic, mengurangi area absorpsi, atau menghambat aliran kimus.

Usus Besar Saluran GL bagian bawah disebut usus besar kolon karena ukuran diameternya lebih besar daripada usus halus. Namun, panjangnya, yakni 1,5 sampai 1,8 m jauh lebih pendek. Usus besar dibagi menjadi sekum, kolon, dan rectum. Usus besar merupakan utama dalam eliminasi fekal.

Sekum Kimus yang tidak diabsorpsi memasuki sekum melalui katup ileosekal. Katup ini merupakan lapisan otot sirkulat yang mencegah regurgitasi dan kembalinya isi kolon ke usus halus. Kolon Walaupun kimus yang berair memasuki kolon, volume air menurum saat kimus bergerak di sepanjang kolon. Kolon dibagi menjadi kolon asendens, kolon transversal, kolon desenden, kolon sigmoid.

Kolon dibangun oleh jaringan otot, yang memungkinkannya menampung dan mengeliminasi produk buangan dalam jumlah besar. Kolon memiliki empat fungsi yang saling berkaitan : absorpsi, proteksi, sekresi, dan eliminasi. Sejumlah besar volume air, natrium dan klorida diabsorbsi oleh kolon setiap hari. Pada waktu makanan bergerak melalui kolon, terjadi kontraksi haustral. Kontraksi ini sama dengan kontraksi segmental usus halus, tetapi berlangsung lebih lama sampai 5 menit. Kontraksi membentuk kantung berukuran besar di dinding kolon, menyediakan daerah permukaan yang luas untuk absorpsi.

Sebanyak 2. Rata — rata, 55 mEq natrium dan 23 mEq klorida diabsorbsi setiap hari. Jumlah air yang diabsorbsi dari kimus bergantung pada keecepatan pergerakan isi kolon. Kimus dalam kondisi normal bersifat lunak, berbentuk masa. Apapbila kecepatan kontraksi peristaltic berlangsung dengan cepat secara abnormal, waktu untuk absorbs air berkurang sehingga feses akan menjadi encer. Apabila kontraksi peristaltis melambat, air akan terus diabsorpsi sehingga terbentuk masa feses yang keras, mengakibatkan konstipasi.

Kolon melindungi dirinya dengan melepaskan suplai lendir. Lendir dalam kondisi normal berwarna jernih sampai buram dengan konsistensi berserabut. Lendir melumasi kolon, mencegah trauma pada dinding bagian dalamnya. Lubrikasi terutama penting pada ujung distal kolon, tempat isi kolon menjadi lebih kering dan lebih keras. Fungsi sekresi kolon membantu keseimbangan asam — basa.

Bikarbonat disekresi untuk mengganti klorida. Sekitar 4 sampai 9 mEq kalium dilepaskan setiap hari oleh usus besar. Perubahan serius pada fungsi kolon, seperti diare, dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit.

Akhirnya, kolon mengeleminasikan produk buangan dan gas flatus. Flatus timbul akibat menelan gas, difusi karbohidrat seperti yang terjadi pada kibis dan bawang menghasilkan gas di dalam usus, yang dapat menstimulasi peristaltic. Orang dewasa dalam kondisi normal menghasilkan sampai ml flaktus setiap hari. Kontraksi peristaltic yang lambat menggerakkan isi usus ke kolon. Isi usus adalah stimulus utama untuk terjadinya kontraksi.

JOHN H VANDERPOEL THE HUMAN FIGURE PDF

eperawat.com

Defekasi adalah pengeluaran feses dari anus dan rektum. Hal ini juga disebut bowel movement. Frekwensi defekasi pada setiap orang sangat bervariasi dari beberapa kali perhari sampai 2 atau 3 kali perminggu. Banyaknya feses juga bervariasi setiap orang.

ARCHITECTURAL GEOMETRY HELMUT POTTMANN PDF

LAPORAN PENDAHULUAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN ELIMINASI FEKAL

Pengumpulan Data a. Identitas pasien Nama : Tn. Identitas penanggung jawab Nama : Ny. Riwayat Penyakit a. Alasan masuk rumah sakit Pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan lemah seluruh badan, pasien mengatakan Babnya cair, dan sudah berlangsung 3 bulan SMRS.

Related Articles